[Best_Wordpress_Gallery id=”111″ gal_title=”Universitas Kahuripan Kediri bersama Polinema Kediri Ajarkan Manajemen Bisnis Professional ke Peternak Lebah Madu”]
Kelompok peternak lebah madu Desa Ngepeh, Locerte mendapat pembinaan dari Universitas Kahuripan Kediri (UKK) dan Polinema Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Kediri. Dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Dalam Program Kemitraan Masyarakat masyarakat itu peternak mendapat banyak pengetahuan dan bekal yang bisa menunjang peningkatan produktivitas usaha mereka.
“Kami berharap apa yang kami berikan dalam PKM bisa membuat para peternak lebah madu Ds. Ngepeh, Loceret ini lebih sejahtera”, Ujar Choirul Hana, M. AB ketua PKM tentang pengabdian yang digelar sejak 2 April hingga kemarin itu.
Selain Hana, ada pula Riswan Eko Wahyu Susanto, S. Pd, M.T dari Polinema PSDKU Kediri dan drh. Rico Anggriawan, M. Vet dari UKK yang ikut melakukan pembinaan. Hana menjelaskan, PKM merupakan kelanjutan program yang dicanangkan oleh Ristek BRIN.
Selama empat bulan mereka memberi ilmu kepada para peternak lebah. Mulai pendampingan budidaya ratu lebah dan management ternak, serta tata cara penyusunan laporan keuangan dan manajemen keuangan yang baik. Ada pula pendampingan dan penerapan mesin pencetak label kemasan.
Merespons PKM yang diikuti, Bahrudin ketua kelompok ternak madu mengaku senang dengan program tersebut. Sebab, mereka jadi tahu pentingnya mengelola usaha dengan manajemen yang baik. Dia dan peternak lain pun tahu cara budidaya ratu lebah sendiri dan pengetahuan penting lainnya. “Semoga bisa membuat usaha kami menjadi lebih baik, hasil meningkat dan banyak dikenal masyarakat luas “, ujar Bahrudin.(Ch)
Kediri- Pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2020, Kemdikbud RI mengumumkan kelulusan sertifikasi dosen gelombang 1 Tahun 2020, sebanyak 10 orang dosen tetap Universitas Kahuripan Kediri dinyatakan lulus setelah melalui seleksi administrasi, penilaian persepsional, hingga penilaian diskripsi diri.
Bagi seorang dosen yang aktif melaksanakan tridharma perguruan tinggi sudah selayaknya menyandang status dosen profesional dengan mengikuti seleksi sertifikasi dosen. Selain itu, dalam sertifikasi dosen juga dinilai mengenai kontribusi seorang dosen dalam pengembangan institusi dan pembimbingan mahasiswa.
Wakil Rektor II Universitas Kahuripan Kediri, Ibu Choirul Hana mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan prestasi yang luar biasa, sebagai universitas baru, Universitas Kahuripan Kediri mampu mengimbangi capaian perguruan tinggi yang sudah lama berdiri, bahkan tahun ini naik 100% dari pada tahun kemarin “hanya” 5 orang dosen yang lulus sertifikasi dosen dan bahkan berpeluang melebihi 100% karena ada beberapa dosen yang akan mengikuti seleksi sertifikasi dosen gelombang 2 tahun 2020 yang dimulai dari tanggal 3 Agustus 2020. “Selamat bagi bapak ibu dosen UKK yang lulus sertifikasi dosen gelombang 1, dan semoga sukses bagi yang akan mengikuti seleksi gelombang 2” imbuhnya.
Universitas Kahuripan Kediri menargetkan pada tahun 2021 sebanyak 80 % dosen tetap sudah tersertifikasi, semoga harapan ini dapat terwujud dengan dukungan lembaga dan para sivitas Universitas Kahuripan Kediri, terutama para dosen yang belum tersertifikasi. (IS)
Kegiatan seminar merupakan kegiatan untuk menunjang dan mendukung dosen maupun mahasiswa dalam rangka menigkatkan kapasitas diri. Seiring dengan mewabahnya virus covid-19 di Indonesia, maka perlu kiranya untuk mengetahui perkembangan potensi renewable energy dalam rangka penghematan energi listrik di Indonesia, mengingat kebutuhan energi listrik sangat penting untuk mendukung berbagai kegiatan dan aktifitas. Webinar ini berskala nasional dengan menghadirkan narasumber dari Politeknik Negeri Malang dan PT. Infineon Technologies Batam.
Tema pada kegiatan webinar ini adalah “Potensi dan Pengenalan Renewable Energy Dalam Rangka Penghematan Energi Listrik di Indonesia” yang memberikan tambahan wawasan kepada dosen, mahasiswa dan masyarakat secara luas.
Tujuan terselenggaranya kegiatan webinar ini diantaranya sebagai berikut.
Melaksanakan program kerja Tahunan Fakultas Teknik Universitas Kahuripan Kediri
Memberikan tambahan wawasan kepada mahasiswa dosen dan masyarakat luas terkait penghematan listrik di Indonesia
Menjalin silahturahmi dan kerjasama dengan kampus-kampus lain
Opening Speech:
Imam Taufik, ST., M.Kom. (Dekan Fakultas Teknik Universitas Kahuripan Kediri)
Moderator
Riska Nur Wakidah, S.ST., M.Tr.T (Dosen Teknik Elektro Universitas Kahuripan Kediri)
Nararasumber
Budhy Setiawan, B.SEET., M.T ( Ka. Lab Renewable energy jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Malang)
Narasumber pertama ialah Dwi Apriyanti Kumalasari, S.P., M.P selaku Dekan Fakultas pertanian-Universitas Kahuripan Kediri yang menyampaikan “Pembangunan Pertanian berbasis Agribisnis Era dan Pasca Covid-19.
Pembangunan pertanian Merupakan suatu proses perubahan sosial. Status kesejahteraan meningkat, sosial, politik, budaya, lingkungan dan sumberdaya manusia meningkat akibat adanya perubahan, pertumbuhan, dan perbaikan.
Dalam kondisi covid-19 ini banyak sekali dampak yang dirasakan oleh berbagai bidang tak terkecuali bidang pertanian, maka untuk bidang pertanian diperlukan Tuntutan Kehigienisan produk pertanian, tuntutan kreatifitas penjualan bidang pertanian, kepercayaan masyarakat terhadap bahan pangan pertanian.
Adanya ketidakpastian pasar yang meliputi Harga, penjualan, produksi dan distribusi mempengaruhi terjadinya peningkatan impor bahan pangan yakni bawang merah dan putih, gula dan komoditas lainnya. Kemudian selain ketidakpastian pasar juga terdapat ketidakseimbangan pasar yakni dampak PSBB, harga dan produksi adanya ketidakpastian pasar ini haruslah dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan ekspor.
Dalam era covid ini maka perlu adanya pembangunan pertanian yang meliputi komoditas, pasar, teknologi, transportasi, alat produksi dan pendidikan maupun pelatihan.
Narasumber 2
Narasumber kedua ialah Vela Rostwentivaivi, S.E., M.Si yang merupakan kaprodi Agribisnis di Universitas Garut. Vela menyampaikan “Agribisnis sebagai Buffer sektor Ekonomi saat Era dan Pasca Covid-19”.
Usaha pertanian merupakan usaha low risk dan bisa dilakukan oleh petani. Agribisnis merupakan serangkaian usaha bidang pertanian dari subsistem hulu, hilir, panen pasca panen, pemasaran, hingga pengolahan hasil pertanian. Kecenderungan petani masih memiliki bargaining power yang rendah, ditambah lagi harga Saprodi cukup tinggi, dan pengemasan masih minin dan cenderung konvensional.
Di era covid ada perubahan perilaku masyarakat mulai panic buyying, hambatan distribusi komoditas pertanian, pemerataan hasil pertanian kurang merata, Sedangkan komoditas pertanian cenderunh bersifat elastis dan supply cenderung tinggi mengakibatkan perubahan harga secara signifikan.
Hal tersebut juga dipengaruhi oleh penurunan daya beli konsumen akibat kenaikan angka PHK. Sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan percepatan distribusi komoditas pangan, penguatan kelembagaan dalam memfasilitasi pembelajaran petani, dan penambahan inovasi pengolahan hasil pertanian.
Narasumber 3
Narasumber kedua ialah Dr. Sujarwo, S.P., M.Sc yang merupakan Wakil Dekan 1
Fakultas Pertanian di Universitas Brawijaya. Beliau menyampaikan “Pembangunan Agribisnis di Indonesia-Sebuah Perspektif Pemikiran”.
Covid 19 tidak merubah prinsip dasar agribisnis, namun diperlukan perubahan strategi prinsip agar tersampaikan pada bisnis pertanian. Perlu adanya 5P dalam pembangunan agribisnis sebagai tujuan bisnis People, planet, partnership, prosperity, dan peace. Sedangkan pembangunan pertanin berbasis agribisnis sebagai company report perlu memperhatikan input, output, income, dan impact.
Perlu pembangunan agribisnis orientasi pasar domestik dan pasar eksport dengan memanfaatkan sumberdaya-sumberdaya yang ada di Negara Indonesia. Termasuk peningkatan olahan hasil pertanian beserta peningkatan jumlah wirausahawan bidang pertanian, sehingga akan meningkatkan pendapatan devisa Negara. (Nia)