Seminar Nasional Kahuripan (SNapan) Dengan Tema “New Normal For New Research Inovasi Penelitian & Pengabdian Unggul” Universitas Kahuripan Kediri

snapan, seminar nasional, universitas kahuripan kediri, ukk

[Best_Wordpress_Gallery id=”122″ gal_title=”SEMINAR NASIONAL KAHURIPAN (SNapan) DENGAN TEMA “New Normal For New Research Inovasi Penelitian & Pengabdian Unggul” UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI”]

 

Opening Speech:

Dr. Widyo Winarso, M.Pd (Sekretaris LLDIKTI 7)

Dr. Muhammad Sholeh (Dewan Pembina  dan Yayasan Universitas Kahuripan Kediri)

Imam Suhaimi, S.Pd.,M.Pd (Rektor Universitas Kahuripan Kediri)

 

Narasumber:

  1. Zainal Fanani, MS., IPU (Universitas Brawijaya)
  2. Dr. Abdul Rahmad, M.Pd (Universitas Negeri Gorontalo)

Moderator:

Rico Anggriawan, S.Kh.,  M.Vet

Jumlah Peserta:

97 Peserta (64 peserta pemakalah dan 33 peserta non-pemakalah) yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Poin Materi yang disampaikan oleh Narasumber:

  1. Narasumber pertama

Narasumber pertama ialah Prof. Zainal Fanani, MS., IPU yang yang berasal dari Universitas Brawijaya. Prof. Zainal Fanani, MS., IPU menyampaikan “Memutakhirkan Penelitian dan Pengabdian di Masa Pandemi”.

Penderita Covid-19 di Indonesia yang makin lama makin bertambah dan ancaman Covid-19 ini akan berdampak ke semua sektor dan negara. Dari pandemi akibat covid 19 menuju krisis ekonomi.  Ancaman resesi dunia diprediksi akan menimpa Indonesia dan semua negara di dunia. Adapun dampak global pandemic Covid-19 diantaranya kontraksi ekonomi, pengangguran meningkat, harga komoditas merosot dan volatilitas sektor keuangan.

New normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal hanya saja ditambahkan penerapan protokol kesehatan, hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Tantangan revolusi industri 4.0 serta ekonomi digital, Indonesia perlu melakukan peningkatan kualitas keterampilan tenaga kerja dengan teknologi digital, sehingga perlu literasi baru yang meliputi literasi data, teknologi, manusia dan pembelajar sepanjang hayat.

Strategi Kemendikbud “Kampus Merdeka” PT merespon perubahan dan peningkatan kualitas SDM Pendidikan. Merdeka belajar-Kampus Merdeka, Kemerdekaan belajar yakni memberi kebebasan dan otomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai (Nadiem Anwar Makarim-Kemendikbud). Harapannya kampus merdeka dapat menjadi jawaban atas tuntutan link and match dengan Industri, dunia kerja, penelitian dan kebutuhan desa, kecamatan, kabupaten/ kota, provinsi, negara dan dunia. Kampus Merdeka  merupakan  wujud  pembelajaran  di  perguruan  tinggi  yang  otonom  dan fleksibel  sehingga  tercipta  kultur  belajar  yang  inovatif,  tidak  mengekang dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Warisan terbesar sebuah perguruan tinggi adalah dapat menghasilkan lulusannya sebagai teladan di keluarga, tingkat wilayah nasional, regional dan global.

  1. Narasumber kedua

Narasumber kedua ialah Prof. Dr. Abdul Rahmad, M.Pd yang berasal dari Universitas Negeri Gorontalo. Prof. Dr. Abdul Rahmad, M.Pd menyampaikan “Menyusun Penelitian yang Berkelanjutan”.

Pada Era sekarang ini, literasi baru sangatlah diperlukan karena literasi lama (membaca, menulis dan metematika) sebagai modal dasar tidaklah mencukupi lagi untuk berkiprah dimasyarakat. Literasi baru ini meliputi; literasi data, literasi teknologi, literasi manusia serta pembelajar sepanjang hayat.

Seorang Dosen haruslah meneliti untuk mengetahui, menemukan, mempublish dan sebagai eksistensi diri dan PT. TUPOKSI seorang dosen sudah dijelaskan dalam UU Nomor 14 tahun 2005 ayat 1 yakni melakukan fungsi lain yang mendukung tugas serta profesionalismenya sesuai dengan visi dan misi PT, melaksanakan transformasi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui fungsi pengabdian masyarakat, melaksanakan transformasi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui fungsi penelitian serta transformasi ilmu pengetahuan, teknologi, seni melalui fungsi pendidikan.

Kompetensi yang haruslah dimiliki seorang dosen professional dan kemampuan untuk melaksanakan Tri Darma PT yakni Keahliain, Kemahiran serta Kecakapan Riset. Dosen merupakan motor penggerak yang terdapat di PT memiliki banyak kegiatan termasuk dalam Tri Dharma PT, sehingga penelitian menjadi sebuah aktivitas utama untuk dosen. Sumber dana riset diantaranya; mandiri, didanai oleh Kemristek BRIN, Kementerian, PEMDA dan CSR serta penelitian yang didanai Funding Asing.

Hal-hal penting yang perlu dipersiapkan dalam proses penelitian diantaranya; 1). Memperhatikan tahapan penelitian, 2). Menentukan masalah penelitian, 3). Kajian pustaka, metode dan alur penelitian, 4). Desain penelitian, 5). Road Map penelitian, 6). Sumber/pustaka

  1. Pelaksanaan Sesi Paralel

Untuk pelaksanaan sesi pararel terbagi kedalam 4 scope yakni; 1). Scope Ekonomi, manajemen dan Akuntansi dengan jumlah pemakalah sebanyak 8 Peserta, 2). Scope Pendidikan dengan jumlah pemakalah sebanyak 18 peserta, 3). Scope Pertanian, Peternakan dan Lingkungan dengan jumlah pemakalah sebanyak 16 peerta, 4). Scope Sains dan Teknologi dengan jumlah pemakalah sebanyak 22 peserta.

Acara SNapan ini diadakan guna mewadahi penelitian maupun pengabdian yang dilakukan oleh para dosen, mahasiswa, praktisi dan masyarakat pada umumnya untuk di seminarkan. Harapannya acara ini dapat terselenggara secara rutin. (NAL)

Dies Natalis Universitas Kahuripan Kediri Tahun 2020

dies natalis, universitas kahuripan kediri, ukk

[Best_Wordpress_Gallery id=”120″ gal_title=”DIES NATALIS UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI TAHUN 2020″]

 

Kediri – Sabtu pagi tepatnya tanggal 3 Oktober 2020, Universitas  Kahuripan  Kediri  mengadakan Rapat  Terbuka  Senat  dalam rangka Pembukaan Dies Natalis Ke-6 dan Pengukuhan Mahasiswa Baru tahun akademik 2020-2021. Acara yang dipimpin oleh rektor Universitas Kahuripan Kediri, Imam Suhaimi, S.Pd, M.Pd, tersebut berlangsung secara luring dan daring serta ditayangkan secara streaming melalui channel Youtube.

Bertempat di Aula Universitas Kahuripan Kediri, acara tersebut dihadiri oleh jajaran rektorat beserta senat. Selain itu, dihadiri pula oleh para Ketua Jurusan dan  perwakilan  mahasiswa.  Acara  yang mengikuti standar protokol kesehatan tersebut berisi pengukuhan mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 oleh Rektor Universitas Kahuripan Kediri.

Acara yang berlangsung hingga pukul 12 siang tersebut diisi oleh pidato Rektor Universitas Kahuripan Kediri, serta sambutan perwakilan Pengurus Yayasan Pendidikan Koperasi Kediri, Dr.  H.  Mukhammad  Soleh,  SH,  M.Hum. Sambutan ketua dewan Pembina Yayasan Pendidikan Koperasi Kediri, Prof. Dr. Ir. Zaenal Fanani, MS, IPU  serta orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Widyo Winarso, M.Pd selaku Sekertaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 7 Jawa Timur.

Diakhir acara disematkan acara potong tumpeng yang dipimpin oleh Rektor Universitas Kahuripan Kediri beserta jajarannya serta ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Anang Darunnajah, S.Pd.I, M.Pd. agar kedepannya Universitas Kahuripan Kediri semakin berjaya serta menjadi yang terdepan diantara perguruan tinggi yang sudah ada. (hsb-cdr)

PKKMB Daring 2020 “Meningkatkan Rasa Cinta Almamater, Tanah Air dan Bangsa Dalam Semangat Revolusi Mental”

PKKMB, universitas Kahuripan, kediri, ukk

[Best_Wordpress_Gallery id=”117″ gal_title=”PKKMB Daring 2020 “Meningkatkan Rasa Cinta Almamater, Tanah Air, dan bangsa dalam Semangat Revolusi Mental””]

 

Pandemi Covid-19 hingga hari ini masih belum berakhir. Seolah merubah semua pola kehidupan yang tak seperti biasanya. Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan kondisi yang disebut era normal baru atau dalam istilah internasional disebut New Normal. Kondisi ini hampir menyentuh pada semua lini kehidupan tak terkecuali dunia pendidikan. Sebelum pandemi ini muncul, segala hal bisa dilakukan secara langsung dan bertatap muka, namun hari ini berbeda. Segala sesuatu dilaksanakan secara daring.

Dunia perkuliahan setiap awal tahun akademi selalu melaksanakan agenda pengenelan kampus untuk mahasiswa baru secara langsung, namun kali ini ada yang berbeda. Pelakasanaan PKKMB, dilaksanakan secara daring di seluruh civitas pendidikan tinggi seluruh Indonesia secara khusus di Universitas Kahuripan Kediri. Mengambil tema “Meningkatkan Rasa Cinta Almamater, Tanah Air dan  Bangsa Dalam Semangat Revolusi Mental” tema tersebut diharapkan bisa memupuk semangat cinta negri dan almamater bagi seluruh mahasiswa baru di Universitas Kahuripan Kediri. Kali pertama melaksanakan PKKMB secara daring, UKK dinilai sukses melakukan kegiatan PKKMB secara daring.

Indikator kesuksesan tersebut dapat dilihat dari proses terlaksananya kegiatan hingga antusiasme para mahasiswa baru Universitas Kahuripan Kediri. Para mahasiswa baru tak pernah kehilangan semangat dalam mengikuti kegiatan PKKMB secara daring yang dilaksanakan selama 3 hari dan setiap harinya berdurasi 180 menit. Puncak acara PKKMB ditutup dengan acara penampilan video secara daring berkategori terbaik dari para mahasiswa baru. (Gan)

 

Dosen Universitas Kahuripan Kediri Olah Limbah Kulit Pisang Menjadi Tepung di Desa Ngasem Kabupaten Kediri

Olah Limbah Kulit Pisang Menjadi Tepung, universitas, ukk, kediri

[Best_Wordpress_Gallery id=”113″ gal_title=”Dosen Universitas Kahuripan Kediri Olah Limbah Kulit Pisang Menjadi Tepung di Desa Ngasem Kabupaten Kediri”]

 

Dosen Universitas Kahuripan Kediri melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) pada tanggal 8 – 9 Agustus 2020. Kegiatan yang bertempat di UMKM Getuk Pisang SHR ini diikuti oleh Karang Taruna dan ibu-ibu PKK Desa/Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Kegiatan PKMS yang mendapatkan pendanaan dari Kementrian Riset dan Teknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN) tahun 2020 ini dilakukan oleh 3 dosen Universitas Kahuripan Kediri yaitu Chitra Dewi Yulia Christie, S.Pd., M.Pd (Fakultas Pertanian), Cahyo Purnomo Prasetyo, ST, M.MT (Fakultas Teknik) dan Nia Agus Lestari, S.Pd, M.Pd (Fakultas Pertanian).

Dalam kegiatan ini tim PKMS Universitas Kahuripan Kediri memberi pelatihan pada Karang taruna dan PKK Desa Ngasem bagaimana memanfaatkan limbah kulit pisang. “Limbah kulit pisang yang sebelumnya hanya sebagai pakan ternak kini bisa diolah menjadi produk yang lebih bernilai, yaitu tepung kulit pisang”, ujar Ketua tim PKMS Universitas Kahuripan Kediri Chitra Dewi Yulie Christie, S.Pd, M.Pd.

Tim PKMS tidak hanya memberi pelatihan secara teori namun juga disertai praktik pengolahannya dari kulit basah menjadi tepung. Selain itu tim juga melakukan pendampingan untuk memberi solusi apabila ditemukan kendala pada mitra. Dalam kesempatan tersebut dihibahkan alat-alat pengolahan berupa mesin giling tepung, oven serta dan alat pendukung lainnya yang diterima langsung oleh Kepala Desa Ngasem Yuhari.

Dengan kegiatan PKMS ini diharapkan Karang Taruna dan anggota PKK di Desa Ngasem dapat menyerap dan menerapkan ilmu yang sudah diperoleh, bukan hanya  mampu memproduksi tepung dari kulit pisang namun juga menciptakan kreasi produk-produk olahan berbahan baku tepung kulit pisang. “Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat serta mampu membantu meningkatkan kemandirian ekonomi warga”, ujar Cahyo Purnomo Prasetyo ST, M.MT. (Ch/Cht/Ni).