PENGKODEAN ASET GUNA MENDUKUNG PEMENUHAN SN-PT

Dalam rangka meningkatkan mutu Perguruan Tinggi dan memperhatikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara dan praktik terbaik (best practice) pengelolaan aset Perguruan Tinggi, Universitas Kahuripan Kediri turut serta dalam workshop yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2024 oleh LLDIKTI Wilayah VII terkait kodefikasi barang atau aset Perguruan Tinggi. Dalam hal ini diwakili oleh Bapak Donny Wahyu Ciptyawan selaku Kepala Bagian SDM sekaligus Sarpras. Penerapan BMN (Barang Milik Negara) ke PTS bertujuan agar Aset PTS dapat dikelola dengan baik sesuai dengan standarisasi pengelolaan barang,dan melacak dimana letak barang. Dalam workshop tersebut disampaikan bahwa sarana merupakan peralatan yang bergerak dan umumnya dipakai secara langsung. Inventaris di Perguruan Tinggi harus diidentifikasi dan juga dibuatkan Standar Operasional Prosedur mulai dari proses peminjaman, Maintenance, pengadaan, maupun penghapusan inventaris.

Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa 2024


Universitas Kahuripan Kediri melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) telah sukses menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa 2024. Workshop ini diperuntukkan bagi seluruh Mahasiswa Universitas Kahuripan Kediri.

Workshop ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya memperkenalkan, menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas serta kemampuan menulis artikel ilmiah bagi mahasiswa. Penulisan artikel ilmiah oleh mahasiswa ini pada umumnya merupakan hasil penelitian dari Skripsi yang dilakukan mahasiswa atau dari tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah. Skripsi yang outpunya dijadikan artikel akan memberikan lebih banyak kesempatan tulisan yang ditulis oleh mahasiswa untuk di akses dan dibaca khalayak umum.

Acara Workshop Penulisan Artikel Ilmiah 2024 dilaksanakan Jum’at 17 Mei 2024 dari pukul 09.00 – 11.00 Wib secara daring melalui Zoom dan Live Youtube UKK. Antusiasme Mahasiswa dalam kegiatan ini cukup tinggi, lebih dari 100 Mahasiswa yang tersebar dari berbagai semester bergabung.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Rektor Universitas Kahuripan Kediri Bapak Harry Sugara, M.Pd dan kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh pembicara yang merupakan salah satu Dosen di UKK yaitu Choirul Hana, S.AB., M.AB. Semoga dengan terselenggaranya acara workshop ini dapat meningkatkan artikel ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa (Nia-LPPM)

7 Kelompok Bisnis Mahasiswa UKK Lolos Pendanaan P2MW 2024

Kediri, 14 Mei 2024 — Universitas Kahuripan Kediri (UKK) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Sebanyak tujuh kelompok bisnis mahasiswa berhasil lolos pendanaan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). P2MW merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan untuk mendukung dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Program ini memberikan pendanaan kepada kelompok-kelompok mahasiswa yang memiliki ide bisnis inovatif dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Rektor Universitas Kahuripan Kediri, Harry Sugara S.Pd.,M.Pd, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pencapaian para mahasiswa. “Keberhasilan tujuh kelompok bisnis dari Universitas Kahuripan Kediri ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UKK memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi dan mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap pendanaan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.”

Tujuh kelompok bisnis yang berhasil lolos pendanaan P2MW 2024 adalah:

  1. Kelompok “Maekai Creative” yang bergerak di bidang produksi furniture ramah lingkungan dari limbah kayu oleh Reza Maharani dari Prodi Manajemen.
  2. Kelompok “Digital Lapak” yang mengembangkan bisnis pengembangan digital Marketing oleh M. Mutaqqin dari Prodi Teknik Informatika.
  3. Kelompok “Sabun Kesehatan Madu” yang menawarkan solusi sabun sehat dengan manfaat Madu.
  4. Kelompok “Green Fashion” yang fokus pada pengembangan fashion dengan bahan ramah lingkungan oleh Arifal Jody dari Prodi manajemen.
  5. Kelompok “Eco-Cultivation Business” yang berfokus pada produk kecantikan berbahan dasar alami oleh SIndiani dari Prodi Manajemen.
  6. Kelompok “Inovasi Pemasaran Trafo” yang memproduksi trafo untuk berbagai keperluan oleh M.Ilham dan Prodi Manajemen.
  7. Kelompok “Bududaya Ikan Nila” yang mengembangkan Ikan nila konsumsi oleh Rachmanda Putra dari Prodi Manajemen

Setiap kelompok akan menerima dana pendukung untuk merealisasikan ide bisnis mereka serta mendapatkan bimbingan dari para mentor berpengalaman di bidangnya. Selain itu, para mahasiswa juga berkesempatan untuk memperluas jaringan dan mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas melalui program ini.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Tuwis Hariyani M.M.M.Sos, S.E.I menambahkan, “Dengan lolosnya tujuh kelompok bisnis ini, kami berharap dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk berani berinovasi dan mengembangkan ide-ide bisnis yang kreatif. Universitas Kahuripan Kediri akan terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi kewirausahaan mereka.”

Keberhasilan ini tidak hanya membawa nama baik Universitas Kahuripan Kediri, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan dan kreativitas yang tinggi dalam menciptakan solusi-solusi bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk terus mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

UKK Jalin Kerjasama Nasional Bersama Kemdikbudristek Dalam Program Praktisi Mengajar

Selasa, 7 Mei 2024 – Universitas Kahuripan Kediri menghadiri undangan dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Program Praktisi Mengajar Angkatan 4 bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi serta 199 perguruan tinggi lainnya. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Harry Sugara, S.Pd., M.Pd selaku Rektor Universitas Kahuripan Kediri. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kemdikbud, Senayan Jakarta. Adapun dari Kemdikbudristek dihadiri oleh Direktur Sumber Daya yaitu Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed beserta beberapa narasumber perwakilan dari BPK dan LPDP.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang dalam rangka memperkuat komitmen dan sinergi antara Perguruan Tinggi Pelaksana, Tim Pelaksana Program, serta pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program praktis mengajar.

Praktisi Mengajar adalah Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Program ini mendorong kolaborasi aktif dosen juara dengan praktisi ahli agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antara sivitas akademika di perguruan tinggi dengan kaum profesional di dunia kerja. Kolaborasi ini dilakukan dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas, baik secara luring maupun secara daring.

Harry Sugara selaku Rektor UKK juga menuturkan dalam kesempatan acara tersebut bahwa, “lolosnya 16 kelas kolaborasi Universitas Kahuripan Kediri yang melibatkan 16 praktisi profesional dalam program praktisi mengajar telah meningkatkan eksistensi dan membuktikan komitmen terhadap kualitas pembelajaran kepada mahasiswa, masyarakat, industri dan stakeholder eksternal lainnya. Selain itu program ini juga membantu Universitas Kahuripan Kediri dalam berkontribusi pencapaian IKU Nomor 4 yaitu persentase pengajar yang berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia usaha atau dunia industri yang telah diatur dalam Keputusan Mendikbudristek Nomor 210/M/2023 Tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi”.

Dalam program ini, mata kuliah dirancang dan dikelola secara bersama atau secara kolaboratif antara dosen dengan praktisi, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran holistik yang menghubungkan teori dengan praktik lapangan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat lebih siap untuk terjun ke dunia kerja, dan menjadi pemimpin masa depan dalam berbagai pilihan karier sesuai minat dan potensi masing-masing

Program Praktisi Mengajar saat ini telah menjadi wadah kemitraan dan penyelarasan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Sistem pendidikan perlu disesuaikan guna menghubungkan teori dan praktik di lapangan, supaya pembelajaran di perguruan tinggi lebih relevan dengan perubahan sosial budaya serta kebutuhan dunia kerja, dan lulusan yang dihasilkan menjadi intelektual yang siap berkarya.

Rektor UKK berharap bahwa lolosnya program Praktisi Mengajar Angkatan 4 di tahun 2024 ini bisa menjadi budaya baru dalam misi yang berkelanjutan untuk di tahun – tahun berikutnya dan ditindaklanjuti dengan kerjasama langsung antara Universitas Kahuripan Kediri dengan mitra institusi/ lembaga asal praktisi untuk saling mendekatkan diri meminimalisir kesenjangan kompetensi antara lulusan Universitas dengan kebutuhan dunia industri.