PKKMB Daring 2020 “Meningkatkan Rasa Cinta Almamater, Tanah Air dan Bangsa Dalam Semangat Revolusi Mental”

PKKMB, universitas Kahuripan, kediri, ukk

[Best_Wordpress_Gallery id=”117″ gal_title=”PKKMB Daring 2020 “Meningkatkan Rasa Cinta Almamater, Tanah Air, dan bangsa dalam Semangat Revolusi Mental””]

 

Pandemi Covid-19 hingga hari ini masih belum berakhir. Seolah merubah semua pola kehidupan yang tak seperti biasanya. Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan kondisi yang disebut era normal baru atau dalam istilah internasional disebut New Normal. Kondisi ini hampir menyentuh pada semua lini kehidupan tak terkecuali dunia pendidikan. Sebelum pandemi ini muncul, segala hal bisa dilakukan secara langsung dan bertatap muka, namun hari ini berbeda. Segala sesuatu dilaksanakan secara daring.

Dunia perkuliahan setiap awal tahun akademi selalu melaksanakan agenda pengenelan kampus untuk mahasiswa baru secara langsung, namun kali ini ada yang berbeda. Pelakasanaan PKKMB, dilaksanakan secara daring di seluruh civitas pendidikan tinggi seluruh Indonesia secara khusus di Universitas Kahuripan Kediri. Mengambil tema “Meningkatkan Rasa Cinta Almamater, Tanah Air dan  Bangsa Dalam Semangat Revolusi Mental” tema tersebut diharapkan bisa memupuk semangat cinta negri dan almamater bagi seluruh mahasiswa baru di Universitas Kahuripan Kediri. Kali pertama melaksanakan PKKMB secara daring, UKK dinilai sukses melakukan kegiatan PKKMB secara daring.

Indikator kesuksesan tersebut dapat dilihat dari proses terlaksananya kegiatan hingga antusiasme para mahasiswa baru Universitas Kahuripan Kediri. Para mahasiswa baru tak pernah kehilangan semangat dalam mengikuti kegiatan PKKMB secara daring yang dilaksanakan selama 3 hari dan setiap harinya berdurasi 180 menit. Puncak acara PKKMB ditutup dengan acara penampilan video secara daring berkategori terbaik dari para mahasiswa baru. (Gan)

 

Dosen Universitas Kahuripan Kediri Olah Limbah Kulit Pisang Menjadi Tepung di Desa Ngasem Kabupaten Kediri

Olah Limbah Kulit Pisang Menjadi Tepung, universitas, ukk, kediri

[Best_Wordpress_Gallery id=”113″ gal_title=”Dosen Universitas Kahuripan Kediri Olah Limbah Kulit Pisang Menjadi Tepung di Desa Ngasem Kabupaten Kediri”]

 

Dosen Universitas Kahuripan Kediri melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) pada tanggal 8 – 9 Agustus 2020. Kegiatan yang bertempat di UMKM Getuk Pisang SHR ini diikuti oleh Karang Taruna dan ibu-ibu PKK Desa/Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Kegiatan PKMS yang mendapatkan pendanaan dari Kementrian Riset dan Teknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN) tahun 2020 ini dilakukan oleh 3 dosen Universitas Kahuripan Kediri yaitu Chitra Dewi Yulia Christie, S.Pd., M.Pd (Fakultas Pertanian), Cahyo Purnomo Prasetyo, ST, M.MT (Fakultas Teknik) dan Nia Agus Lestari, S.Pd, M.Pd (Fakultas Pertanian).

Dalam kegiatan ini tim PKMS Universitas Kahuripan Kediri memberi pelatihan pada Karang taruna dan PKK Desa Ngasem bagaimana memanfaatkan limbah kulit pisang. “Limbah kulit pisang yang sebelumnya hanya sebagai pakan ternak kini bisa diolah menjadi produk yang lebih bernilai, yaitu tepung kulit pisang”, ujar Ketua tim PKMS Universitas Kahuripan Kediri Chitra Dewi Yulie Christie, S.Pd, M.Pd.

Tim PKMS tidak hanya memberi pelatihan secara teori namun juga disertai praktik pengolahannya dari kulit basah menjadi tepung. Selain itu tim juga melakukan pendampingan untuk memberi solusi apabila ditemukan kendala pada mitra. Dalam kesempatan tersebut dihibahkan alat-alat pengolahan berupa mesin giling tepung, oven serta dan alat pendukung lainnya yang diterima langsung oleh Kepala Desa Ngasem Yuhari.

Dengan kegiatan PKMS ini diharapkan Karang Taruna dan anggota PKK di Desa Ngasem dapat menyerap dan menerapkan ilmu yang sudah diperoleh, bukan hanya  mampu memproduksi tepung dari kulit pisang namun juga menciptakan kreasi produk-produk olahan berbahan baku tepung kulit pisang. “Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat serta mampu membantu meningkatkan kemandirian ekonomi warga”, ujar Cahyo Purnomo Prasetyo ST, M.MT. (Ch/Cht/Ni).

Universitas Kahuripan Kediri Bersama Polinema PSDKU Kediri Ajarkan Manajemen Bisnis Professional ke Peternak Lebah Madu

[Best_Wordpress_Gallery id=”111″ gal_title=”Universitas Kahuripan Kediri bersama Polinema Kediri Ajarkan Manajemen Bisnis Professional ke Peternak Lebah Madu”]

 

Kelompok peternak lebah madu Desa Ngepeh, Locerte mendapat pembinaan dari Universitas Kahuripan Kediri (UKK) dan Polinema Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Kediri. Dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Dalam Program Kemitraan Masyarakat masyarakat itu peternak mendapat banyak pengetahuan dan bekal yang bisa menunjang peningkatan produktivitas usaha mereka.

“Kami berharap apa yang kami berikan dalam PKM bisa membuat para peternak lebah madu Ds. Ngepeh, Loceret ini lebih sejahtera”, Ujar Choirul Hana, M. AB ketua PKM tentang pengabdian yang digelar sejak 2 April hingga kemarin itu.

Selain Hana, ada pula Riswan Eko Wahyu Susanto, S. Pd, M.T dari Polinema PSDKU Kediri dan drh. Rico Anggriawan, M. Vet dari UKK yang ikut melakukan pembinaan. Hana menjelaskan, PKM merupakan kelanjutan program yang dicanangkan oleh Ristek BRIN.

Selama empat bulan mereka memberi ilmu kepada para peternak lebah. Mulai pendampingan budidaya ratu lebah dan management ternak, serta tata cara penyusunan laporan keuangan dan manajemen keuangan yang baik. Ada pula pendampingan dan penerapan mesin pencetak label kemasan.

Merespons PKM yang diikuti, Bahrudin ketua kelompok ternak madu mengaku senang dengan program tersebut. Sebab, mereka jadi tahu pentingnya mengelola usaha dengan manajemen yang baik. Dia dan peternak lain pun tahu cara budidaya ratu lebah sendiri dan pengetahuan penting lainnya. “Semoga bisa membuat usaha kami menjadi lebih baik, hasil meningkat dan banyak dikenal masyarakat luas “, ujar Bahrudin.(Ch)

Selamat, 10 Dosen Universitas Kahuripan Kediri Lulus Sertifikasi

Kediri- Pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2020, Kemdikbud RI mengumumkan kelulusan sertifikasi dosen gelombang 1 Tahun 2020, sebanyak 10 orang dosen tetap Universitas Kahuripan Kediri dinyatakan lulus setelah melalui seleksi administrasi, penilaian persepsional, hingga penilaian diskripsi diri.

Bagi seorang dosen yang aktif melaksanakan tridharma perguruan tinggi sudah selayaknya menyandang status dosen profesional dengan mengikuti seleksi sertifikasi dosen. Selain itu, dalam sertifikasi dosen juga dinilai mengenai kontribusi seorang dosen dalam pengembangan institusi dan pembimbingan mahasiswa.

Wakil Rektor II Universitas Kahuripan Kediri, Ibu Choirul Hana mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan prestasi yang luar biasa, sebagai universitas baru, Universitas Kahuripan Kediri mampu mengimbangi capaian perguruan tinggi yang sudah lama berdiri, bahkan tahun ini naik 100% dari pada tahun kemarin “hanya” 5 orang dosen yang lulus sertifikasi dosen dan bahkan berpeluang melebihi 100% karena ada beberapa dosen yang akan mengikuti seleksi sertifikasi dosen gelombang 2 tahun 2020 yang dimulai dari tanggal 3 Agustus 2020. “Selamat bagi bapak ibu dosen UKK yang lulus sertifikasi dosen gelombang 1, dan semoga sukses bagi yang akan mengikuti seleksi gelombang 2” imbuhnya.

Universitas Kahuripan Kediri menargetkan pada tahun 2021 sebanyak 80 % dosen tetap sudah tersertifikasi, semoga harapan ini dapat terwujud dengan dukungan lembaga dan para sivitas Universitas Kahuripan Kediri, terutama para dosen yang belum tersertifikasi. (IS)